You are here: Home Artikel Revolusi Hijau dan Penyuluhan Pertanian

Indonesian Agricultural Sciences Association (IASA)

Sunday 20 May 2012
  • Agriculture is the mother of all arts. When it is well conducted, all other arts proper. When it is neglected, all other arts decline.
    Xenophon (430-355 BC)

Revolusi Hijau dan Penyuluhan Pertanian

Revolusi Hijau dan Penyuluhan Pertanian
 
 
Subejo
K
etika revolusi hijau (green revolution) dikenalkan awal 1970-an dan berkembang hingga terbukti ampuh dengan pencapaian swasembada beras nasional tahun 1984, penyuluhan pertanian banyak disebut sebagai salah satu kunci kisah sukses tersebut. Kini hampir seperempat abad setelah even tersebut, nampaknya menjadi momen yang penting untuk mengengok kembali eksistensi dan kondisi terkini atas penyuluhan pertanian.

Penyuluhan pertanian secara umum dipahami sebagai kegiatan menyebarluaskan informasi pertanian serta membimbing usahatani terhadap petani. Dinamika perjalanan penyuluhan pertanian bergerak sejalan dengan dinamika sosial, politik dan ekonomi nasional. Ketika kebijakan nasional memberi prioritas yang tinggi pada pembangunan pertanian maka aktivitas penyuluhan berkembang dengan sangat dinamis, dan sebaliknya ketika prioritas pembangunan pertanian tidak menjadi agenda utama maka penyuluhan pertanian mengalami masa suram dan stagnasi.
Kejayaan Masa Lalu
Terlepas dari kontraversi dampak revolusi hijau terhadap aspek sosial, ekonomi dan lingkungan sumber daya, fakta sejarah telah mencatat masa kejayaan penyuluhan pertanian dalam mensukseskan program swasembada pangan. Berbagai dokumentasi badan internasional maupun nasional mencatat prestasi gemilang atas peran penting penyuluhan pertanian.

Sejak awal tahun 1970-an para petugas penyuluh dalam berbagai level dibawah program bimbingan missal (BIMAS) bahu membahu memberikan bimbingan teknis (know-how) kepada petani untuk mempraktekan budidaya padi terpadu yang dikenal dengan “panca usaha tani”. Dengan dukungan politik dan finansial yang baik, penyuluh dapat menjalankan fungsinya dengan lancar. Sistim penyuluhan latihan dan kunjungan (training and visit) yang diadopsi dari model Bank Dunia-FAO dapat dikembangkan dengan efektif.

Penyuluhan pertanian yang sistematis tersebut merupakan salah satu faktor penentu kesuksesan menggenjot produkivitas padi. Sebelum introduksi revolusi hijau, produktivitas padi hanya berkisar pada 1-2 ton/ha. Pengunaan sarana produksi dan sistim budidaya padi modern telah mampu meningkatkan produktivitas padi menjadi 2-4 ton/ha.

Setelah pencapaian swasembada beras, prioritas pembangunan nasional nampaknya tidak lagi perpihak pada pertanian. Dalam dokumen kebijakan pembangunan, setelah tahapan prioritas pembangunan pertanian, dilanjutkan dengan pembangunan industri yang berbasis pertanian. Dalam prakteknya, hal itu tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Industri-industri yang dikembangkan tidak berkaitan sama sekali dengan pertanian. Sudah bisa diduga bahwa pembangunan pertanian mengalami stagnasi bahkan kemunduran yang luar biasa.  

Terkait dengan penyuluhan pertanian, sistem kelembagaan dan sistem tata kerjanya juga mengalami perubahan dengan pola yang tidak jelas. Afiliasi kelembagaan serta tuntutan kompetensi penyuluh juga berubah dengan arah yang tidak berpola. Ketika masa revolusi hijau penyuluh di lapangan yang langsung bersentuhan dengan petani memiliki homebase di Balai Penyuluhan Pertanian/BPP yang ada di setiap kecamatan, namun sejak tahun 1990-an kelembagaan menjadi tidak jelas bahkan banyak yang dibubarkan.

Dalam hal kompetensi penyuluh, orientasi berubah-ubah dari tuntutan kompetensi tunggal misalnya tanaman pangan (monovalen) menjadi kompetensi plural (polivalen). Setelah beberapa waktu, tuntutan kompetensi juga dikembalikan lagi ke monovalen.  Hal ini membingungkan penyuluh di lapangan. Implementasi UU Otonomi Daerah juga semakin membuat penyuluhan pertanian menjadi tidak pasti baik dalam afiliasi kelembagaan maupun personalianya. Meskipun salah satu hal ideal yang ingin dicapai dengan otonomi daerah adalah mendekatkan pelayanan kepada khalayak sesuai dengan kondisi lokal, namun dalam prakteknya masih jauh dari harapan.

Bagi daerah dimana kepala daerah dan politisi lokalnya memiliki perhatian besar pada pembangunan pertanian maka pembangunan dan penyuluhan pertanian berkembang pesat. Namun sebaliknya,  cukup banyak kepala daerah dan politisi lokal yang tidak memandang penting atas pembangunan pertanian, akibatnya kedudukan penyuluhan pertanian menjadi tidak jelas bahkan banyak yang dibubarkan.

Revitalisasi Penyuluhan
Masa-masa suram pembangunan pertanian dan lebih khusus lagi penyuluhan pertanian telah berdampak pada stagnasi produksi pertanian. Hal ini juga telah medorong pemerintah pusat dan DPR untuk merancang perundangan penyuluhan pertanian. Melalui pembahasan panjang dan melelahkan, pada Oktober 2006 telah diundangkan UU No.16/2006 tentang Sistim Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K). Salah satu amanat UU tersebut adalah pembentukan kelembagaan penyuluhan di berbagai level administrasi pemerintahan, selain itu pemerintah daerah harus berkontribusi terhadap pendanaan kelembagaan dan operasionalisasinya.

Dalam prakteknya tidak mudah, interpretasi UU Otonomi Daerah yang memberi ruang besar bagi kepala daerah dan DPRD untuk mengatur kelembagaan daerah kadang-kadang mengabaikan dan tidak memberi ruang yang cukup atas amanat UU SP3K. Implementasi kebijakan penyuluhan yang lain adalah perekrutan petugas penyuluh bantu/kontrak yang ditagetkan mencapai 10.000 orang sampai dengan 2007. Langkah ini cukup membantu mengatasi persoalan kekurangan penyuluh lapangan di daerah akibat banyak petugas pensiun atau beralih lembaga dan profesi setelah otonomi daerah.

Dalam banyak kasus, kinerja penyuluh bantu juga diragukan karena dengan status kontrak sebagian digunakan sebagai batu loncatan untuk mencari pekerjaan yang lebih permanen. Status tersebut mempengaruhi semangat dan kinerjanya di lapangan sehingga perlu ditinjau kembali.

Tantangan Masa Depan
Sejalan dengan perubahan global, dunia pertanian mengalami dinamika yang luar biasa. Model pendekatan lama dimana penyuluhan merupakan agen transfer teknologi dan informasi sudah tidak cukup. Tuntutan di lapangan semakin rumit sehingga jika penyuluhan pertanian sebagai penyedia public goods tidak bisa berperan dengan baik maka akan semakin ditinggalkan oleh penguna tradisionalnya. Pada saat ini penyuluh lapangan swasta yang juga merupakan pelayan teknis perusahaan sarana produksi nasional dan multinasional juga telah merambah ke desa-desa.

Daram era baru pertanian, penyuluh lapangan dituntut untuk memiliki fungsi paling tidak dalam tiga hal yaitu transfer teknologi (technology transfer), fasilitasi (facilitation) dan penasehat (advisory work). Untuk mendukung fungsi-fungsi tersebut, penyuluh pertanian lapangan mestinya juga menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Tema-tema penyuluhan juga bergeser tidak hanya sekedar peningkatan produksi namun menyesuaikan dengan isu global yang lain misalnya bagaimana menyiapkan petani dalam bertani untuk mengatasi persoalan perubahan iklim global dan perdagangan global. Petani perlu dikenalkan dengan sarana produksi yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap goncangan iklim, selain itu teknik bertani yang ramah lingkungan, hemat air serta tahan terhadap cekaman suhu tinggi nampaknya akan menjadi tema penting bagi penyuluhan pertanian masa depan.
 
------------------------------------------------
Subejo
Dosen Universitas Gadjah Mada
The University of Tokyo, Department of Agricultural and Resource Economics (PhD Candidate)
Ketua IASA (Indonesian Agricultural Sciences Association) Jepang
4-24-1, Kami-soshigaya, Setagaya-ku, Tokyo 157-0065
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Comments
Add New Search
Sugiana  - Blog Penyuluhan Pertanian     |219.96.254.xxx |Y-m-d H:i:s
Saya sepakat bahwa ke depan tantangan bagi penyulu han pertanian semakin besar.
Penguasaan teknologi komunikasi dan informasi menjadi keharusan supaya kita bi
sa menjawab tantangan tersebut. Termasuk pe ndekatan materi penyuluhan bukan lag
i pada masalah peningkatan produksi saja, tapi lebih penting lag i adalah bagai
mana meningkatkan posisi tawar petan i dan peningkatan pendapatan serta kesejaht
eraan p etani.
Salam sukses
Tenri Ola   |219.96.254.xxx |Y-m-d H:i:s
Dengan adanya otonomi daerah, Pemprov Sulawesi Sel atan menetapkan terbentuknya
Sekretariat Badan Koo rdinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehuta nan, da
n kami ditempatkan di Sub Bidang Materi, Me tode dan Kerjasama Penyuluhan, untuk
itu kami sang at mengharapkan adanya masukan -masukan dari berba gai pihak untu
k peningkatan pelayanan kepada penyu luh dan masyarakat, sebagai info tambahan,
kami pe rnah mengikuti Training Pemuda di Jepang Tahun 200 7 dibidang Pertanian
yang mengkhusus pada Sistem H asil Pertanian, dan saat ini kami mengharapkan inf
ormasi bagaimana sistem penyuluhan pertanian di Je pang, Arigato Gozaimasu...
Ardiansyah al Ertha  - BUKAN SEBUAH SANDIWARA   |219.96.254.xxx |Y-m-d H:i:s
BUKAN SEBUAH SANDIWARA, Ada suatu kenyataan yang a neh, dilihat dari geografisny
a Indonesia lebih tep at disebut negara maritim, kenyataan hingga kini t etap ko
koh dengan label negara agraris. Artinya, I ndonesia bukannya dikenal dan terken
al karena batu bara, timah, minyak, emas maupun hasil industriny a, tetapi menc
uat dan dicatat karena hasil buminya yang melegenda berabad-abad. Buktinya, teh
, kopi, kopra, kelapa sawit, rempah-rempah, minyak atsiri , telah lama melangla
ng buana dengan membawa trade mark Indonesia. Ya, petani kita telah membuat Ind
onesia punya nama di dunia ! Pernyataan ini bukann ya untuk membesar-besarkan j
asa petani. Sebab peta ni Indonesia memang " orang besar ". Dan j ustru
terasa lebih besar lagi ketika nama mereka j arang dikenal. Di Jawa, petani seri
ng hanya disebu t dengan perumpamaan Si Dadap atau Si Waru, Si Sut a atau Si Nay
a. Seolah nama mereka tak layak dicat at. Karyanya ...
Admin  - Mohon informasi alamat e-mail     |115.125.98.xxx |Y-m-d H:i:s
Mohon informasi alamat e-mail Bapak Ardiansyah al Ertha. Demikian dan Terima ka
sih.

-admin-
januario marcal  - Mohon Saran   |219.96.254.xxx |Y-m-d H:i:s
Selamat siang
Saya sepakat dengan tulisan bapak s ubejo, Kami di Timor Leste ba
ru memulai menghidupk an lagi penyuluh pertanindi tahun 2007, sejak berp isah di
tahun 1999. kami membtuhan bantuan dari as osiasi ini
januario Marcal  - MoO antara UGM dan Kementerian Pertanian Timor Les   |202.72.107.xxx |Y-m-d H:i:s
Yth Bapak Subejo
UGM dan Kemeterian Pertanian timo r Leste sudah ada MoU,
Kami
harap kita bisa tinda k lanjut karena kami sangat membutuhkan tenaga ahl i di b
idang penyuluhan
bapak bisa menghbungi saya di nomor +6707312327
terima kasih
Amelia Siregar   |219.96.254.xxx |Y-m-d H:i:s
Saya pengajar di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertani an Bogor. Hasil penelitian s
aya 2009: tidak ada h ubungan antara peran penyuluh pertanian dengan pen ingkata
n produksi padi di Tasikmalaya. Peran peny uluh pertanian sangat kecil (0,07%)
terhadap penan ganan dan pengolahan hasil ubi jalar di kecamatan cibungbulang B
ogor. Peran penyuluh sangat penting , tapi banyak penyuluh yang kemampuan tekni
s perta niannya lebih rendah drpd petani. Sangat sulit me ngaktivasi penyuluh p
ertanian yg sudah mengalami d orman sekian lama.
yuli herliani  - kendala megajak petani untuk mengadopsi suatu inov   |219.96.254.xxx |Y-m-d H:i:s
saya teknisi di sebuah instansi pertanian sering b ekerjasama dengan petani tern
yata banyak petani ya ng masih semau gue dalam bertani, tidak sesuai den gan juk
lak yang diberitahukan sebelumnnya. Jadi bg aiman cara untuk memberikan pengerti
an pada petani yang semau gue.
ridwan   |219.96.254.xxx |Y-m-d H:i:s
sejarah mencatat bahwa ketika dunia dila nda krisis ekonomi yang cukup
hebat yang memporak- porandakan seluruh sektor ekonomi..justru sektor p ertania
n menjadi penopang perekonomian bangsa ini. dan menjadi negara swasembada beras
di tahun 1984 .
sekiranya kita sadar akan hal itu ten tu saja tidak
ada lagi warga masyarakat yang mati akibat kelaparan seperti ayam yang mati dia
tas lum bung padi (seperti yang terjadi beberapa tahun lal u di kota makassar).

untuk ti dak mengulang kenyataan pahit itu..maka sudah seha
rusnya pemerintah memperhatikan kesejahteraan raky at petani dengan meminimalis
ir harga pupuk dan mem berdayakan para sarjana-sarjana pertanian yang ad a (yan
g lebih ahli dibidangnya). sekiranya hal ter sebut dapat terwujud tak perlu menu
nggu sampai dun ia ini kiamat (2012) negara ini bisa sejahtera.
sari   |110.136.208.xxx |Y-m-d H:i:s
bagaimana ya sebenarnya revolusi hijau itu?
selvia rabiia zahrah  - pengen belajar penyuluhan     |118.96.40.xxx |Y-m-d H:i:s
saya setuju dengan pembahasan ini. menurut saya, s ebagai mahasiswa yang mempela
jari imu penyuluhan l ebih termotivasi lagi agar meningkatkan kualitas p enyuluh
di indonesia agar pembangunan di indonesia berjalan lebih baik lagi
selvia rabiia zahrah     |118.96.40.xxx |Y-m-d H:i:s
keren pembahasannya..
makasihh dapat membatu saya  untuk mempelajari ilmu p
enyuluhan lebih dalam http://selvias08.student.ipb.ac.id
P. Tandi Balla     |183.91.80.xxx |Y-m-d H:i:s
Penyuluh di era otonomi sudah mulai tertata dengan baik, yang sebelumnya "b
ingung" karena ke tidakjelasan TUPOKSI dan keberagaman respons Pemer intah D
aerah.
Anonymous   |175.45.184.xxx |Y-m-d H:i:s
Kegiatan Revolusi hijau sebagai isu terbesar dunia , kesadaran manusia semaking
menipis akan manfaat hutan dan tanaman. Umur dunia semakin tua karena k ekayaan
alamny semaking habis bagaikan seorang ibu yang menyusui 100 anak. sadarkah ki
ta akan hal in i.
januario Marcal  - Kerja Sama Kemterian Pertanian Timor Leste dan Uni   |202.72.107.xxx |Y-m-d H:i:s
Pak Subejo
Antara UGM dan Kementrian Pertanian dan Perikanan Timor Leste sudah
ada MoU, jadi sebaga i director tang bertanggungjawab atas penyuluhan pertani
an mengharapakan kesedian bapak subejo untu k berkunjung ke Timor Leste harap ba
las dan kita b icara lebih lanjut kerjama samanya kami membutuhka n tenaga ahli
di bidan penyuluhan pertanian
Nomor Telepon saya +6707312327

terima kasih
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Last Updated ( Sunday, 13 December 2009 23:17 )  

Masuk IASA

PIN IASA

PIN

Spesifikasi Anda

IP Anda
38.107.179.208
United States United States :
Browser
Unknown Browser Unknown Browser
Operating System
Unknown Operating System Unknown Operating System

Kontak

Muhamad Nasrul Pradana

Graduate School of Agriculture
Department of International Bio-Business
Laboratory of Bio-Business Management
Tokyo University of Agriculture
Sakuragaoka Dorm, 201-2B
3-9-37 Sakuragaoka, Setagaya-ku
Tokyo 156-0054 Japan
Tel. +81-90-8503-0275 ( Mobile )

Email:

kontak

Multimedia

IASA dari masa ke masa
Together.mp3

Statistik

Pengunjung [+/-]
Hari ini:
Kemarin:
2 hari yang lalu:
33
152
180

-28
This month:
Last month:
Month before last month:
3854
6018
7110

-1092

Total Pengunjung
Pengunjung sejak 22 Maret 2009 169 332